Aku... yang gundah
Diujung sepucuk hari, diakhir peluh..
Terobosi dingin malam menuju kamarku yg nyaman.
Ah, selembar terbit dan terbenam usai sudah,
Namun mimpi nan julang menggigil masih tetap gelisah.
Terjagalah khayalku!
Pahatlah lagi sepucuk cerita esok hari.
Duuuhh!!
Walau pena tak lagi bertinta,
Tapi kenapa ya asa tetaplah kian beringas mengembara?
Aku benci kamu!!
Kapan akan tepati janjimu?
Kenapa kamu suruh aku nunggu segini lama?
Sampai kapan ku dapat bertahan?
Apa bener seperti yang orang2 bilang?
... kalo kamu.... ga pernah bohong.
Ingin rasanya kupergi,
tinggalkanmu... selamanya.
mungkin, hanya mungkin...
.... aku bisa lebih baik tanpa kamu.
Tapi...
Tanpamu.. malam ini terasa sepi.
Cuma sesekali suara AC memecah kebisuan.
... dan suara Piko yg batuk batuk,
Kadang nyaring... menyentak lamunku.
Kadang pilu... menggugah sudut hatiku.
Mengusik segala diamku.
Kembalikan kenangan waktu itu.
Seuntai tali kenangan,
Saat-saat kau ada bersamaku.
Juk juk juk *suara AC gimana seh??*
Suara-suara itu semakin lama makin membahana.
.... berirama di telingaku.
Mengikuti detak-detak jantungku.
terasa semakin bernada.
... seakan mengajakku melangkah untuk berdansa.
satu... dua... satu.. dua...
aku berdansa.. berputar.... menari.
...... dalam irama ilusi.
Tuhan, kamu dimana sih?
Diujung sepucuk hari, diakhir peluh..
Terobosi dingin malam menuju kamarku yg nyaman.
Ah, selembar terbit dan terbenam usai sudah,
Namun mimpi nan julang menggigil masih tetap gelisah.
Terjagalah khayalku!
Pahatlah lagi sepucuk cerita esok hari.
Duuuhh!!
Walau pena tak lagi bertinta,
Tapi kenapa ya asa tetaplah kian beringas mengembara?
Aku benci kamu!!
Kapan akan tepati janjimu?
Kenapa kamu suruh aku nunggu segini lama?
Sampai kapan ku dapat bertahan?
Apa bener seperti yang orang2 bilang?
... kalo kamu.... ga pernah bohong.
Ingin rasanya kupergi,
tinggalkanmu... selamanya.
mungkin, hanya mungkin...
.... aku bisa lebih baik tanpa kamu.
Tapi...
Tanpamu.. malam ini terasa sepi.
Cuma sesekali suara AC memecah kebisuan.
... dan suara Piko yg batuk batuk,
Kadang nyaring... menyentak lamunku.
Kadang pilu... menggugah sudut hatiku.
Mengusik segala diamku.
Kembalikan kenangan waktu itu.
Seuntai tali kenangan,
Saat-saat kau ada bersamaku.
Juk juk juk *suara AC gimana seh??*
Suara-suara itu semakin lama makin membahana.
.... berirama di telingaku.
Mengikuti detak-detak jantungku.
terasa semakin bernada.
... seakan mengajakku melangkah untuk berdansa.
satu... dua... satu.. dua...
aku berdansa.. berputar.... menari.
...... dalam irama ilusi.
Tuhan, kamu dimana sih?
Comments